Ruang Lavie berawal dari KEAJAIBAN sebuah KECELAKAAN

Hai perkenalkan aku Lavi. Aku hanya seorang wanita biasa sama seperti kalian semua. Kehidupanku sama seperti yang lainnya, tapi ternyata setelah aku pahami siapa aku, ada perbedaan dari AKU dengan orang lainnya. Maka di hari ini sama dengan hari kejadian itu terjadi, aku akan memulai membagi kisah ku kepada kalian semua tentang kehidupan ku yang berbeda ini.

Selamat menikmati semua kisah hidup ku ini.


Di tanggal 5 mei 2021 sebuah kecelakaan tunggal terjadi di salah satu jalan tol di Kota Bandung. Kecelakaan yang terjadi itu adalah kecalakaan yang menimpa Lavi. Di sore itu saat Lavi sedang mengendarai mobil dengan suasana yang tenang dan menikmati indahnya pemandangan sore, merdunya lagu yang berasal dari tape mobil tiba - tiba saja berubah dengan drastis. Di perjalanan Lavi berjumpa dengan hujan deras yang membuat Lavi harus mengurangi kecepatan mobil Lavi. Suara hujan yang jatuh di sekitar mobil membuat merdunya lagu pun tak terdengar. Hingga di satu titik jalan ada sebuah mobil hitan besar yang melaju dengan kecepatan tinggi menyusul mobil Lavi, membuat cipratan air itu menutupi kaca depan mobil Lavi dan membuat Lavi kaget, hal itu mengakibatkan Lavi menginjak rem secara mendadak dan kecelakaan itupun terjadi. Mobil tidak bisa Lavi kendalikan sehingga menabrak pembatas jalan di tol tersebut dan membuat Mobil itu berpindah jalur ke bahu jalan dan mati seketika.

Kejadian tersebut sangat cepat sehingga Lavi tidak dapat berpikir apapun saat itu. Mungkin kejadian seperti itu buat beberapa orang bilang itu adalah kecelakaan biasa atau orang bilang “untung Lavi bisa selamat dari kecelakaan tersebut”. Tapi ada yang tidak orang ketahui tentang kecelakaan tersebut dan kali ini Lavi akan menceritakan Misteri dari kecelakaan tersebut.


Pada saat kecelakaan itu terjadi, di tengah keadaan kaget muncul sebuah suara yang berkata “Lavi ini adalah saatnya untuk mu, ini adalah waktumu untuk keluar, mau sampai kapan kamu akan bersembunyi terus? Ini adalah kesempatan buatmu.”


Setelah suara itu hilang berhenti juga mobil Lavi. Kejadian yang sangat cepat itu membuat Lavi bingung dan hanya bisa terdiam tanpa bisa memikirkan apapun lagi.

Mobil terparkir rapi di bahu jalan, hujan deras yang tak kunjung reda, suara musik yang hanya terdengar samar, detak jantung yang berdetak dengan kencang, badan yang mengkaku tak bisa Lavi gerakan, pandangan kosong dari mata Lavi yang membuat Lavi merasa waktu itu terhenti sesaat.


Hingga muncul pertanyaan-pertanyaan di benak Lavi

“Apa yang terjadi?”

“Ada apa ini?”

“Apa maksud semua ini?”

“Apa Lavi masih hidup?”

Dan pertanyaan lainnya……


Semakin banyaknya pertanyaan di kepala Lavi ini membuat tubuh Lavi semakin lemas dan kaku tidak bisa Lavi gerakan sedikitpun, hingga terdengar suara keras yang menyakitkan telinga kanan Lavi, yang membuat Lavi memejamkan mata dan menyandarkan kepala Lavi ke atas setir mobil.

Pergerakan posisi tubuh ini membangunkan Lavi dari pertanyaan-pertanyaan yang penuh di kepala Lavi barusan, dan menyadarkan Lavi dari keadaan tadi.

Hingga Lavi mulai bisa menggerakkan tubuh yang sebelumnya kaku. 

Lavi mulai mengangkat kepala dari setir mobil dan merasakan sakit di leher, kepala bagian kanan Lavi, berlanjut sakit itu hingga ke pundak bagian kanan. Lavi mencoba menggerakkan kedua tangan Lavi dan melihat apakah ada luka di tangan Lavi?? Ternyata tidak ada bekas apapun pada tangan Lavi. Lanjut Lavi mencoba menggerakkan dan melihat ke arah kaki Lavi ternyata ada beberapa bagian kaki Lavi yang memar tapi menurut Lavi tidak terlalu parah. Tapi ketika Lavi membungkukkan badan untuk melihat kaki, ternyata bagian dada merasakan sakit dan posisi itu adalah di bagian seatbelt yang Lavi gunakan.


Setelah Lavi mengecek semua bagian badan Lavi langsung refleks untuk membuka pintu mobil, yang Lavi pikirkan saat itu adalah keluar dari mobil dan meminta pertolongan walau saat itu masih tetap hujan deras. Tapi ternyata pintu mobil tidak bisa terbuka. Dan tiba-tiba mesin mobil pun mati, Lavi mencoba untuk menyalakan kembali mobil itu dan tidak berhasil.


Keadaan itu semakin membuat Lavi menjadi panik.

Lavi mulai mengambil tas di sebelah Lavi untuk mencari HP Lavi tapi ternyata Lavi ga bisa menemukannya.

Hujan semakin deras, pintu mobil tak bisa terbuka, mesin mobil mati, suara tape pun tak ada, AC mati, seluruh kaca di mobil mulai berembun, Lavi mulai merasakan sesak napas, badan sakit, suara keras yang menyakitkan telinga masih tetap ga berhenti, Lavi berusahan untuk membuka seatbelt ternyata ga berhasil. Ga tau apa yang terjadi saat itu karena seatbelt ga bisa di buka, hingga Lavi berusaha meloloskan diri dari seatbelt itu dengan penuh kekhawatiran dan kebingungan. Tapi akhirnya berhasil Lavi melepaskan diri dan pindah ke kursi penumpang di sebelah kiri. 


Di sana Lavi terus mencari HP Lavi dan Lavi menemukannya di kolong jok yang Lavi duduki, karena saat itu tubuh Lavi sakit membuat pergerakan Lavi terbatas sampe mengambil HP itu saja sangat sulit. Tapi akhirnya Lavi bisa menggapainya dan Lavi berusaha menghubungi orang yang Lavi ingat tanpa memikirkan keadaan orang tersebut akan mengangkat telfon atau ga.


Ternyata keadaan buruk itu masih berlanjut, ga ada satupun dari orang yang Lavi hubungi mengangkat telfon Lavi. Dan sesaat pun Lavi makin merasakan kepanikan dan kekhawatiran, detak jantung Lavi semakin kencang berlawanan dengan nafas Lavi yang semakin melemah. Lavi ga tau harus gimana lagi dan apa lagi. Karena hujan semakin deras, keadaan itu semakin membuat Lavi bingung.


Hingga Lavi kembali menyandarkan kepala Lavi ke dashboard mobil dan diam tanpa bisa melakukan apapun, Lavi hanya bisa berkata dalam diri :

“Ya Allah, Lavi ga tau harus gimana, Lavi menyerahkan saja padaMu”


Dan air matapun menetes dari mata, badan semakin lemas tak berdaya untuk melakukan apapun.


Sampe suara HP Lavi berdering dan membuat Lavi langsung tersadar untuk mengangkat telfon itu. Ternyata telfon itu berasal dari Salah satu orang yang tadi Lavi kontak.


“Kenapa Vi?” 

“Om, Lavi kecelakaan”

“HAH?? KECELAKAAN APA?” Suara pria itupun berubah menjadi lebih keras

“Mobil om, ini di jalan tol”

“Terus kamu sekarang gimana?”

“Lavi Masih ada di dalam Mobil ga bisa kemana-mana om.”

“Ada yang bantuin ga?”

“Belum ada om, mungkin karena hujan deras ga ada orang yang liat.”

“Posisi kamu di mana? Share loct


Lalu Lavi mengirimkan lokasinya dan orang itu melihat titik lokasinya yang cukup jauh dari dia.


“Vi, posisi kita jauh coba kamu hubungi Jasa Raharja atau derek dari jalan tol. Kamu tunggu ya sambil ini gw bantu cari pertolongan ya.”

“Iya om, makasih ya om”

“Ok tunggu ya”


Telfon itupun berakhir, dan Lavi mulai browsing tentang Jasa Raharja, derek mobil tol, atau kontak bengkel sambil menghubungi orang yang dikontak Lavi. Di pikiran Lavi hanya mencari tahu kontak yang berhubungan dengan kecelakaan dan kendaraan.

Sampai tiba tiba ada mobil berhenti di belakang mobil Lavi dan datang seorang pria mengetuk kaca setelah kiri mobil. Lavipun membuka jendela, dan Lavi melihat seorang pria yang menggunakan seragam bengkel dari mereka mobil Lavi. Sepintas di pikiran Lavi adalah keajaiban banget ini saat Lavi memikirkan keadaan mobil, seseorang dari bengkel mobil datang dan mau membantu Lavi, apakah ini sebuah kebetulan? Atau keajaiban? Lalu pria itu menanyakan keadaan mobil Lavi.


“Bu ada apa dengan mobilnya?”

“Saya kecelakaan Pak”


Bapak itu pun kaget mendengarnya, dan terlihat dari mimik mukanya bingung. Lavipun menjadi bingung kenapa orang ini kaya kaget dan bingung? Memang dia ga bisa melihat tanda kecelakaan itu?


“Saya bantu cek ya bu.”

“Iya Pak terimakasih”

“Ibu ga usah turun di dalam mobil aja”


Orang tersebut melihat mobil bagian depan Lavi dan kembali kepada Lavi sambil mengatakan keadaan mobil bagian depan Lavi hancur. Itulah yang membuat Lavi ga bisa membuka pintu mobil bagian depan. 


“Bu, keadaan mobil Ibu ga bisa dipake jalan, ini butuh bantuan derek. Saya akan keluar dari tol ini dan Ibu tunggu ya saya akan melaporkan ke petugas di sana dan meminta derek.”


Mendengar kalimat orang tersebut membuat Lavi bahagia banget saat itu, perasaan khawatir dan ketakutan tadi pun mulai runtuh, mulai memunculkan harapan baru pada Lavi saat itu. Dan Lavi pun berkata kepadanya 


“Iya Pak, terimakasih ya Pak.”

“Ibu tenang ya ada air minum Bu? Ada yang terluka Bu?”

“Ada ko Pak, aman badan saya masih ga apa - apa.”

“Baik bu saya tinggal dulu ya Bu”

“Terimakasih ya Pak”


Sambil menunggu derek mobil Lavi pun mencoba menenangkan diri dan menghubungi keluarga Lavi untuk mengabarkan keadaan Lavi. Singkat cerita mobil derek itupun datang dan Lavi dibawa keluar dari jalan tol tersebut. Ga lama kemudian teman Lavi pun tiba di lokasi Lavi.

Sambil menunggu polisi datang ke lokasi Lavi pun di tanyai oleh orang-orang itu. Jujur saat itu Lavi sebenarnya jadi kesal, karena Lavi harus mengingat kejadian tadi yang sebenarnya Lavi pun masih ada lupanya. Tapi ketika Lavi menceritakan kejadian itu, supir dari mobil derek tadi bercerita bahwa minggu lalu ada kejadian yang sama dan mobil dalam kecelakaan itu terpental ke jalur lawan dan korban meninggal di tempat. Mendengar cerita itu pun Lavi kaget dan bersyukur bahwa Lavi bisa selamat dari kecelakaan itu.


Tibalah polisi di lokasi itu, dan polisi itu pun menanyakan kronologis kecelakaan itu lagi. Lavi yang baru tenang akhirnya menjadi kesel lagi, tapi ya mau gimana lagi? Orang - orang pasti akan menanyakan hal yang sama, dan Lavi menceritakan sesuai dengan yang Lavi ingat.

Lavi di minta mengisi berkas-berkas dari kepolisian. Jujur saat itu Lavi mulai cape dan kesel juga, Lavi masih bingung dengan kejadian tadi, harus mengingat kejadian yang ga enak, harus mengisi berkas yang cukup banyak, harus mendengar penjelasan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan polisi, harus menahan badan yang sakit, harus menahan malu karena orang-orang yang melintasi jalan tersebut melihat ke arah Lavi dan lavi pun ga tau mungkin saja ada di antara orang-orang itu yang merekam kejadian itu.


Polisi itu pun meminta timnya untuk mengecek lokasi TKP dari kecelakaan itu, untuk mengidentifikasi kronologis kecelakaan itu. Tapi saat polisi tersebut menerima kontak dari timnya ada suatu hal yang aneh di TKP itu. Ternyata ga di temukan sedikitpun bekas kecelakaan itu terjadi dan saat di waktu kecelakaan itu terjadi ternyata CCTV yang mengawasi area itu tertutup dengan hujan yang deras jadi ga bisa melihat sedikitpun kecelakaan tersebut. Semua orang bingung termasuk Lavi. Dengan keadaan itu teman Lavi bilang kepada polisi untuk meminta Lavi di izinkan untuk duduk di mobil dan dia yang akan bantu mengisi berkas dan mengurus keadaan itu. Awalnya polisi tersebut ga ngijinin tapi karena terus di jelas kan keadaan Lavi dan mungkin polisi tersebut mulai melihat keadaan Lavi yang mulai ga baik-baik saja akhirnya Lavi di izinkan ke mobil.

Di dalam mobil Lavi bener-bener bingung dengan apa yang terjadi sama kecelakaan itu, di pikiran Lavi adalah mobil ini rusak, Lavi pun merasakan sakitnya, kejadian kecelakaan itu nyata tapi kenapa ga ada bekas sedikitpun di TKP yang menunjukkan kejadian itu? Ada apa sebenarnya? Sambil berpikir Lavi tetap memperhatikan keadaan di luar, tapi Lavi ga tau apa yang terjadi di luar mobil sampe temen Lavi datang dan membawa Lavi pergi menuju bengkel terdekat. Saat itu Lavi menanyakan ke teman Lavi

"Apa yang kalian bahas tadi? Apa yang harus dilakukan lagi?"

"Polisi sempat meragukan kronologis yang diberikan sama kamu Vi, karena kecelakaan yang kaya kamu ini bukan sekali di lokasi itu dan rata-rata korban meninggal dunia atau komal, tapi ini kamu masih terlihat baik - baik saja. Selain itu baru kali ini juga ga ada bekas kecelakaan dan ga kerekam sama CCTV."


Lavi pun makin bingung mendengar penjelasan teman Lavi, tapi teman Lavi menyuruh Lavi untuk ga usah mikirin dan istirahat saja. Akhirnya sepanjang jalan menuju bengkel Lavi pun tertidur, tapi ada sesuatu yang terjadi di tidur Lavi itu. Suara yang tadi pada saat kecelakaan itu muncul lagi. Ucapan yang sama seperti tadi pada saat kecelakaan 


“Lavi ini adalah saatnya untuk mu, ini adalah waktu mu untuk keluar, mau sampai kapan kamu akan bersembunyi terus? Ini adalah kesempatan buat mu.” 


Tapi saat ini Lavi menjawab dari ucapan itu 


“Apa yang harus Lavi lakukan? Bagaimana cara Lavi keluar? Apa yang harus Lavi sampaikan?”


“Apakah kamu akan terus bersembunyi? Dan apakah kamu akan menjadi manusia yang egois? Dengan yang telah DIA berikan kepadamu ini, apa kamu tidak ingin menggunakannya dengan baik dan membantu semua makhluk?”


Dari omongan itu pun Lavi mulai tersadar apa maksud dari ucapan tersebut. Yang dimaksud adalah selama ini Lavi terus bersembunyi dan menutupi hadiah yang Indah dariNya yang sebenarnya menurut Lavi dan beberapa orang itu adalah AIB. Dengan kejadian yang ajaib menurut Lavi selama kecelakaan itu Lavi sadar bahwa Lavi Selamat dari kecelakaan itu karena pertolonganNya dan Lavi masih di kasih waktu untuk hidup.

Disitulah Lavi mulai mendapatkan ide dan keinginan untuk memulai melakukan yang di inginkanNya dan muncullah ide untuk menceritakan semua ini kepada kalian semua, mencoba membantu makhluk sesuai dengan kemampuan Lavi. Dan mulai hari itu, mulai kejadian itu muncullah RUANG LAVI.

 

Di hari ini di Tanggal 5 Mei 2024 setelah 3 tahun kejadian itu berlalu Lavi menceritakan kisah ini kepada kalian semua dan akan selalu bersama di RUANG LAVIE. Mulai hari ini juga, kita akan bersama - sama memulai perjalanan baru di Ruang Lavie. Selamat bergabung dan Selamat menikmati semua karya yang ada di beberapa platform online Ruang Lavie. 

Ini adalah tulisan pertama Lavi di blog Ruang Lavie, tapi ini bukanlah karya pertama Lavi di Ruang Lavie, jika kalian ingin mengenal Ruang Lavie lebih dalam kalian bisa melihat karya-karya Lavi sebelumnya di media sosial Ruang Lavie.

Kalau kalian ingin terkoneksi dengan Ruang Lavie silahkan kunjungi link ini https://linktr.ee/ruanglavie


Thank you…………..


Komentar

  1. Selamat datang di dunia ketik mengetik nduk...

    BalasHapus
  2. Selamat mengingat kebangkitan jiwa, dan selamat hidup dalam kesadaran jiwa, terus bertumbuh ya..

    Gpp lambat tapi yang jelas terus melangkah, dan di jam ini di tanggal dan bulan yang sama pertumbuhan kesadaran jiwa itu mukai terjadi.

    Rileks..Tenang..Damai

    BalasHapus

Posting Komentar